Serabi Notosuman, Resep Tradisional Keluarga Sejak 1923

31 January 2013 by in Kuliner Tagged: , , , ,

Serabi Notosuman, siapa yang tak mengenal penganan tradisional khas Solo ini. Berawal dari resep keluarga sejak tahun 1923 dan kemudian dijual ke para tetangga, kini Serabi Notosuman sudah memiliki toko penjualan hingga ke berbagai kota. Kue yang mirip pancake ini terbuat dari tepung beras, santan, gula, dan garam. Komposisinya yang pas membuat kue Serabi Notosuman terasa gurih dan legit di lidah.

Serabi Bungkus Hijau dan Orange

Di Jl Notosuman, yang kini berganti nama menjadi Jl Muh Yamin, Solo, terdapat dua toko serabi yang terkenal yakni serabi bungkus hijau dan serabi bungkus orange. Serabi bungkus hijau merupakan milik Lidya dan bungkus orange milik Handayani. Kedua pemilik tersebut merupakan keturunan dari Hoo Geng Hok sang pembuat pertama Serabi Notosuman. Jadi, pemilik dari kedua toko ini masih bersaudara.

Hanya Mampu Bertahan 24 Jam

Dalam sehari, Serabi Notosuman Ny. Handayani mampu menghabiskan lebih dari 40 kg tepung beras. Untuk pembuatannya, masih dilakukan secara tradisional. Di dapur Serabi Notosuman Ny. Handayani, terlihat masih menggunakan arang untuk proses memasaknya. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan pun juga masih tradisional dan tanpa pengawet sehingga kue serabi hanya mampu bertahan 24 jam.

Proses pembuatan Serabi masih dilakukan dengan cara tradisional. ( Foto : Novandi K Wardana )

Proses pembuatan Serabi masih dilakukan dengan cara tradisional. ( Foto : Novandi K Wardana )

Serabi Notosuman Handayani terdiri dari dua jenis yakni original dan topping coklat. Untuk rasa original dipatok harga Rp2.000 dan topping coklat dipatok harga Rp2.200. Dalam pengemasannya pun ada dalam dua jenis yakni digulung dan tanpa digulung. Serabi yang digulung akan lebih mudah memakannya karena tangan tak perlu belepotan.

Tanpa Promosi, Pembeli Datang Sendiri

Serabi Notosuman tanpa pengawet buatan, Serabi ini hanya mampu bertahan 24 jam saja. ( Foto : Novandi K Wardana )

Serabi Notosuman tanpa pengawet buatan, Serabi ini hanya mampu bertahan 24 jam saja. ( Foto : Novandi K Wardana )

Meski tak pernah melakukan promosi, konsumen Serabi Notosuman Ny. Handayani datang dari berbagai tempat baik dalam maupun luar kota Solo. Untuk strategi penjualan, serabi Notosuman tak memiliki banyak kendala. Hal ini dikarenakan letak serabi Notosuman yang strategis. Selain itu, serabi Notosuman sudah dikenal masyarakat baik dalam maupun luar kota Solo. Namun, sayangnya kue lezat ini hanya mampu bertahan 24 jam sehingga sulit untuk dikirim ke luar kota yang jaraknya cukup jauh.

Editor : Duratun Nafisah

Data UKM

  • Nama UKM : Serabi Notosuman Ny. Handayani
  • Nama Pemilik : Ny. Lidya Handayani
  • Alamat UKM : Jl. Muh Yamin 49

22 thn | Pemred LPM VISI 2012/2013 | penulis Terasolo Februari 2013 - sekarang

  • Published: 16 posts

4 Responses to “Serabi Notosuman, Resep Tradisional Keluarga Sejak 1923”


ST Nur Rahmah
15 September 2013 Reply

plesir tnpa bawa notosuman,ga lengkap rasax

Hayatun nufus
12 November 2013 Reply

Maaf ibu , saya mau Tanya no hape ibu bisa ?

Hayatun nufus
12 November 2013 Reply

Maaf ibu , saya boleh minta no telepon yang bisa di hubungi ?

zainudin
17 November 2013 Reply

cuma rasa sekali waktu di solo enak bangat ci

Tinggalkan Komentar / Hubungi Tim Terasolo