Bakmi Toprak Yu Nani, Pertahankan Resep Lama dengan 12 Bahan

13 April 2013 by in Kuliner Tagged: , ,

Solo menjadi salah satu kota wisata yang tak hanya menyuguhkan budaya dan bangunan lawasnya tetapi juga makanan tradisional. Salah satunya Bakmi Toprak Yu Nani di Jl Pandudewanata, Kartopuran, Jayengan, Serengan, Solo yang menyuguhkan bakmi toprak dengan 12 macam bahan makanan di dalamnya.

12 bahan berbeda yang dicampur dengan kuah khas membuat bakmi toprak Yu Nani pantas dicoba. Selain itu daging sapinya empuk karena pengolahannya yang khusus, direbus lama dengan arang panas.

Dua belas bahan berbeda yang dicampur dengan kuah khas membuat bakmi toprak Yu Nani pantas dicoba. Selain itu daging sapinya empuk karena pengolahannya yang khusus, direbus lama dengan arang panas.

Keduabelas macam bahan makanan itu yakni kubis, touge, kacang, tahu, tempe, cakwe, sosis solo, bakmi kuning, bihun, rambak, bawang goreng dan daging sapi. “Selain pakai dua belas bahan, yang bikin beda lagi daging sapinya. Di sini daging sapi tidak digoreng tapi direbus lama dan selalu menggunakan arang, jadi teksturnya empuk,” kata Yuyun Anika (36), generasi ketiga pemilik warung Bakmi Toprak Yu Nani saat disambangi tim terasolo.com, Senin (25/3/2013).

Bakmi Toprak Yu Nani hanya khusus menyediakan menu makanan bakmi toprak, sedangkan untuk minuman ada berbagai macam menu pilihan,dan yang paling spesial yakni es degan gula jawa. Yuyun mengatakan, agar lebih nikmat ada cara makan khusus bakmi toprak yakni ditambahkan jeruk nipis, kecap, dan irisan lombok yang sudah disiapkan terpisah. “Karena terpisah, pelanggan bisa menambahkan bahan tadi dengan takaran sesuai selera masing-masing,” katanya.

Warung Bakmi Toprak Yu Nani juga menyajikan menu lain seperti minuman es degan gula jawa serta jajanan seperti lento, sosis, lumpia, dan lainnya.

Warung Bakmi Toprak Yu Nani juga menyajikan menu lain seperti minuman es degan gula jawa serta jajanan seperti lento, sosis, lumpia, dan lainnya.

Untuk satu porsi bakmi toprak Yuyun memasang harga Rp11.000 sedangkan es degan gula jawa Rp4.500. Selain itu, ada pula jajanan tambahan seperti lento, lumpia, sosis dan jajanan lain dengan variasi harga mulai dari Rp1.000. Dengan membuka warung dari pukul 11.00 WIB sampai 17.00 WIB, Yuyun mengaku masih bisa mengantongi penghasilan bersih hingga Rp100.000 per hari.

Soal belanja bumbu dan bahan bakmi toprak, Yuyun mengatakan sebagian besar membeli di Pasar Gede. “Hampir semua bahan kami beli dari Pasar Gede. Untuk kelapa mudanya dari Pasar Kadipolo dan daging sapinya sudah ada langganan di daerah Jagalan,” katanya. Dalam sehari, Yuyun dan kelima karyawannya bisa menghabiskan enam kilogram daging sapi. “Untuk daging sapi kami tak pernah ada stok. Jadi ketika enam kilogram daging kita habis, kita tutup warung,” imbuhnya.

Sejak 60-an

Awalnya almarhum Nani, nenek Yuyun sekaligus pendiri pertama Bakmi Toprak Yu Nani mendirikan warung makan pada tahun 60-an dan masih dengan berbagai macam menu makanan. Seiring berjalannya waktu, sambil melihat minat pengunjung, Nani hanya mengkhususkan menu bakmi toprak saja. Sampai sekarang, baik alamat, bumbu, maupun 12 bahan bakmi toprak yang digunakan tidak berubah sama sekali, hanya beberapa perluasan tempat yang dilakukan. “Mungkin karena belum berubah itulah, pelanggan tidak lari ke warung lain, malah semakin hari semakin bertambah,” katanya.

Warung Bakmi Toprak Yunani didirikan oleh Almarhumah Nani sejak tahun 60-an. Hingga sekarang warung itu dipegang oleh Yuyun Anika, istri cucunya.

Warung Bakmi Toprak Yunani didirikan oleh Almarhumah Nani sejak tahun 60-an. Hingga sekarang warung itu dipegang oleh Yuyun Anika, istri cucunya.

Ditanya soal rencana membuka cabang, Yuyun mengaku belum berpikir sampai ke situ. “Satu warung ini saja saya dan lima karyawan sudah kerepotan, apalagi kalau ada yang lain. Jadi kalau cabang mungkin belum ada rencana,” ungkapnya merendah. Karena selalu ramai, khususnya jam makan siang, tak jarang banyak pelanggan yang terpaksa harus mengantri tempat, menunggu gilirannya menikmati bakmi toprak Yu Nani.

Editor : Duratun Nafisah


Klaten-Solo

Tinggalkan Komentar / Hubungi Tim Terasolo