Santoso Plastik, Tetap Bergaya saat Hujan dengan Jas Hujan Batik

jas hujan batik_2

Ikon Solo sebagai kota budaya tidak hanya sebatas slogan atau jargon, tetapi menandakan Solo yang penuh tradisi kesenian, salah satunya batik. Kalau biasanya batik dibuat baju atau jarik, di toko Santoso Plastik dijual batik dalam bentuk jas hujan.

Jas hujan batik yang ada di toko milik Liee Rudiansyah (42), di Jl RM Said, Ruko Pasar Nongko, Solo itu mempunyai beberapa varian motif dan warna. Beberapa di antaranya motif parang yang diyakini warga Solo sebagai simbol kewibawaan atau motif sekar jagad sebagai simbol kegembiraan. “Batik sekarang tidak hanya dipakai saat pesta atau acara resmi saja, tetapi saat hujan pun kita tetap bisa bergaya dengan batik,” ujar Adil Hani (22), salah satu pembeli jas hujan batik.

Dwi, karyawan Santoso Plastik, mengatakan sejak awal musim hujan November tahun kemarin hingga sekarang, toko tersebut sudah menjual hampir 30 lusin jas hujan batik. Dengan harga jual eceran Rp97.000 per item, Liee selaku pemilik toko bisa mendapatkan omzet kotor sekitar Rp900.000 per bulan hanya dari penjualan jas hujan batik. “Jas hujan batik biasanya laku eceran, tetapi ada juga beberapa instansi yang membeli grosir sebagai souvenir,” kata Dwi, saat ditemui tim terasolo.com, Senin (28/2/2013).

Santoso Plastik sudah menjual lebih dari 30 lusin atau 360 buah jas hujan selama musim hujan tahun ini.

Santoso Plastik sudah menjual lebih dari 30 lusin atau 360 buah jas hujan selama musim hujan tahun ini.

Toko Santoso Plastik melayani pembelian jas hujan batik dengan dua macam cara, yakni grosir dan eceran. Untuk pembelian grosir, minimal pelanggan membeli tiga item dan biasanya diberi harga lebih murah sekitar Rp7.000 dari harga eceran tergantung negosiasi yang dilakukan. Pelanggan pun tidak hanya datang dari Solo, tetapi juga kota lain seperti Jakarta. “Biasanya pelanggan dari luar kota membeli jas hujan batik secara grosir untuk nantinya dijual kembali di kota masing-masing,” ungkap Dwi.

Penjualan jas hujan batik sudah dilakukan Liee sejak dua tahun lalu, tetapi baru musim hujan ini jas hujan tersebut booming. “Awalnya saat peresmian Pasar Nongko, beberapa wartawan yang tengah meliput datang bertanya tentang jas hujan batik. Karena keunikannya, mereka menjadikannya berita,” kata Dwi. Promosi dadakan tersebut lantas membuat beberapa stasiun TV nasional turut melakukan liputan jas hujan batik. “Dari media cetak atau TV yang meliput, kami seperti mendapat promosi gratis,” katanya sambil tersenyum.

Salah satu motif jas hujan batik.

Salah satu motif jas hujan batik.

Selain batik, Santoso Plastik juga menjual jas hujan dengan motif lain seperti kotak-kotak dan doreng. Khusus jas hujan batik menggunakan bahan nilon, sedangkan motif lainnya menggunakan bahan PVC yang harganya lebih murah, sekitar Rp80.000 hingga Rp86.000 tergantung motif dan ukuran. “Walaupun sedikit lebih mahal, jas hujan batik kualitasnya lebih bagus dan tidak mudah sobek,” tutup Dwi.

 

Editor : Duratun Nafisah

Comments

  1. abdurrochim says

    kalo mau jadi reseller bisa gak?
    Bisa Minta gambar dan harganya gak?
    terimaksih

  2. Mira says

    bs tau gambar / motif yg ada?
    jas hujannya bentuk atasan + bawahan?
    klo sby beli termasuk ongkir brp?
    terima kasih

    • says

      Stok jas hujan batik tinggal motif parang, warna: biru, coklat, dan hijau. Untuk katalog akan dikirim melalui email, silakan cek email Anda. Info lebih lanjut, silakan hubungi via sms/whatsapp 081298042177 atau add pin bbm 2ab47d2a. Terimakasih.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *