Lekker! kata orang Belanda mencicipi kue lipat dari tepung terigu dengan isian gula cokelat dan pisang. Maka, lahirlah nama kue leker. Di Solo, ada Leker Gajahan yang sudah ada sejak 46 tahun silam dengan resep yang sama dan bertahan dengan cara memasaknya yang tradisional.
Author: 20 August 2014
Unik, lucu, dan menarik. Itulah kesan pertama melihat Chubby Donutku. bentuknya bundar dengan topping warna-warni nan cantik. Rasanya? donat ini lebih lembut dan empuk dari donat kebanyakan karena menggunakan kentang sebagai bahan utamanya.
Author: 14 August 2014
Bagaimana kedelai diubah menjadi makanan bernama tahu? Di desa Ngabeyan dan Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, hampir 30 orang membuatnya. Masing-masing pengusaha mengolah 400-600kg kedelai menjadi tahu setiap harinya.
Author: 11 August 2014

Desa Manjung merupakan sentra produsen soun. Terletak di Klaten, sentra ini telah eksis sejak awal tahun 1950. Sebagian besar penghasilan warga Desa Manjung diperoleh dari onggok pati yang kemudian diolah menjadi soun.

Author: 10 August 2014
Demi anak, Herumanto Moektijono berinisiatif membuat mainan edukatif. Berawal dari hanya memodifikasi, kini ia punya Cil Cil Craft, usaha furniture and toys. Yang unik, dia membuat mainan bernuansa etnik. Cil Cil Craft juga membuatnya dengan bahan yang dijamin aman untuk anak-anak.
Author: 5 August 2014
‘Minum susu lebih sehat dari ngopi’. Itulah kalimat yang ada dalam setiap bungkus Kopi Lik Giman. Pesan nyentrik yang justru kontras bagi produk kopi yang dijual itulah yang justru membuat orang tertarik mencobanya.
Author: 1 August 2014
“Kalau yang di Jawa Timur sana, kalau ndak Gilang mereka ndak mau, udah 'merek paten' soalnya. Keripik usus itu, ya cuma Gilang," ungkap Titik, pemilik usaha Keripik Usus Gilang. Ya, usaha yang dirintis dengan produksi awal 2 kg usus, kini meningkat hingga 3-4 kuintal dan merambah pasar luar Solo.
Author: 28 July 2014
Sentra sandal kulit Gandekan, Solo memang tersohor dengan sandal kulit kualitas bagus. Hampir semua warga menjadi perajin sandal. Namun, itu dulu. Pasang surut industri sandal ini ternyata membuatnya hanya menyisakan lima perajin saat ini.
Author: 24 July 2014
Jika di Solo ada sentra blangkon Potrojayan, Serengan, di Sukoharjo terdapat daerah Tanjunganom yang juga memproduksi blangkon. Di beberapa rumah daerah ini, blangkon nampak dijemur berjajar. Soal kualitas, blangkon Tanjunganom pun tak kalah dengan blangkon buatan Potrojayan.
Author: 24 July 2014