Pot-pot dengan tanaman cantik berwarna-warni berjejer rapi dalam satu kios ke kios lainnya. Beberapa pembeli terlihat lalu lalang memilih-milih tanaman mana yang akan mereka bawa pulang. Begitulah keseharian di Pasar Turisari, pasar tanaman hias terbesar di Kota Solo.
Author: 28 November 2014
Anggapan berjilbab tidak fashionable, kuno, dan tidak menarik hanyalah sekelumit episode masa lalu. Kini, berhijab berarti tampil trendi dalam balutan koridor syar'i. Para produsen hijab trendi pun ikut memanen hasilnya.
Author: 27 November 2014
Dalam beberapa kegiatan adat, termasuk di Jawa, busana yang dikenakan mempunyai pakemnya sendiri. Tak sembarangan, dan tidak banyak orang yang bisa membuatnya. Di Solo, salah satu yang masih bertahan adalah Kelana Jaya. Sudah sejak 1973 Kelana Jaya memproduksi pakaian adat Jawa dengan berbagai kelengkapannya.
Author: 27 November 2014
Umurnya tak lagi muda. Namun, H Parjimo adalah orang yang bekerja keras. Tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi bekerja untuk kepentingan orang banyak. Ia mengembangkan pengobatan dengan jamur lingzhi juga membuka praktik kesehatan.
Author: 25 November 2014
Di balik penampakannya yang kurang menarik, wedang ronde selalu menawarkan sensasi yang khas. Di Solo, ada satu warung ronde yang terkenal dan menjadi tujuan artis dan pejabat yang datang ke Solo. Adalah Warung Srie Redjeki, di Jl Reksoniten 22, Solo.
Author: 24 November 2014
Rumah bambu kini kembali nge-tren di masyarakat. Selain karena bahan bakunya yang langsung dari alam, rumah atau interior dengan bahan bambu disukai karena rasa 'tradisional'-nya. Bambang (44), seorang pengusaha mebel dan rumah bambu dari Klaten kini melejit dan mampu memasarkan rumah bambunya hingga Belanda dan Australia.
Author: 21 November 2014
Pasar Kabangan, sebuah pasar yang penjualnya hanya berdagang drum plastik, tong, ember, juga barang rumah tangga lain seperti cerek dan panci. Uniknya, kebanyakan barang-barang itu adalah barang bekas yang dimodifikasi sendiri oleh para penjualnya.
Author: 20 November 2014
Puluhan tahun warga Desa Koripan, Delanggu, Klaten menggantungkan hidup dengan membuat serok, sutil, maupun pisau. Mereka adalah generasi selanjutnya dari para pandai besi yang membuat arit dan cangkul di desa itu. Kini alat dapur mereka lebih melejit hingga pasaran luar Jawa.
Author: 19 November 2014
Sudah 34 tahun lamanya Kampung Baron, Solo masyhur sebagai kampung pemasok makanan wedangan. 200-an penjual wedangan di Soloraya mengambil bergam menu lapaknya dari tempat ini.
Author: 14 November 2014
Di Kampung Tipes, Solo, hampir semua warganya membuat kerajinan dari kain perca. Dari pakaian anak hingga daster bisa dihasilkan dari limbah kain pabrik tekstil. Selain mengolah limbah, uang bisa mereka raup dari kegiatan ini.
Author: 13 November 2014
Terletak di ujung timur jalan Slamet Riyadi, Solo, Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC) hadir menyuguhkan konsep pasar batik modern, bersih dan tertata rapi. Meski demikian, ruh pasar tradisional di mana pembeli bisa melakukan tawar-menawar masih berlaku di pasar ini.
Author: 11 November 2014