Peribahasa “tak ada rotan, akar pun jadi” sudah akrab di telinga kita. Namun, bagi para warga desa ini ungkapan yang lebih pas adalah “rotan melimpah, mebel pun jadi”. Ya, di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, 405 warganya menjadi pengusaha dan perajin kerajinan rotan.
Author: 24 October 2014
Tikar Tenun Almira milik Heryadi didirikan karena kebutuhan banyak orang. Sejak awal Heryadi belajar membuat tikar tenun, dan mengajarkannya pada orang-orang yang kemudian menjadi karyawannya. "Semua dari nol," ujar Heryadi. Kini yang dari nol itu, sudah mampu menghidupi Heryadi juga beberapa karyawannya.
Author: 19 October 2014
"Hampir semua anak kecil yang melihat jaran kepang akan langsung tertarik dengan benda itu. Dari sinilah cerita budaya dan simbol-simbol jaran kepang dialirkan dari generasi ke generasi". Itulah salah satu motivasi Suparno selama 44 tahun membuat jaran kepang.
Author: 17 October 2014
Sudah puluhan tahun Dukuh Bagusan, Sukoharjo menjadi sentra industri tempe. Hampir semua warganya membuat tempe. Tempe di sini pun berkualitas unggul. Maka, tak hanya pasar dan warung, tempe Bagusan juga didistribusikan ke restoran-restoran di sekitaran Sukoharjo.
Author: 15 October 2014

Belum lengkap rasanya, berkunjung ke Solo tanpa mencicipi gurihnya nasi liwet. Dari seluruh penjaja nasi liwet di Kota Bengawan, sebagian besar datang dari desa-desa di Kecamatan Baki Sukoharjo antara lain Desa Menuran dan Desa Duwet.

Author: 14 October 2014
Bebek-bebek berjajar di pinggir jalan Solo-Jogja. Bukan bebek biasa, melainkan bebek yang dibuat dari akar bambu. Dari kreasi tangan Didik dan beberapa temannya, selain bentuknya yang unik, bebek-bebek ini juga akan dikirim hingga Eropa.
Author: 26 September 2014